Posted by: afriyanto | June 27, 2011

TIKEP: Strategic View For Development

Tikep atau lebih dikenal dengan nama Tidore Kepulauan merupakan salah satu kabupaten tertua di provinsi Maluku Utara. Tikep merupakan salah satu pelopor dari terbentuknya provinsi Maluku Utara terpisah dari provinsi induk Maluku, yang kala itu terdiri atas 3 (tiga) Dati II; Kota Ternate, Kab. TIKEP, dan Kab. Maluku Utara. Seiring dengan aura percepatan pembangunan dan pengembangan wilayah di Maluku Utara, TIKEP mengalami pemekaran kembali menjadi 3 (tiga) Dati II, yaitu: Kab. Induk yang berubah menjadi Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Tengah dan Halmahera Timur.

ADMINISTRASI WILAYAH: Menurut administrasi wilayah, Kota TIKEP terdiri atas 8 kecamatan, yaitu: 1. Tidore Utara, 2. Tidore Timur, 3. Tidore Selatan, 4. Tidore, 5. Oba Utara, 6. Oba, 7. Payahe, 8. Payahe Selatan, dengan pusat pemerintahan ibukota terletak di Soasio di pulau Tidore.

TYPOGRAFI WILAYAH: Secara garis besarnya, typografi wilayah TIKEP dapat dibagi menjadi 2 type, yaitu: 1. Wilayah kepulauan (Pulau Tidore, dsk) yang merupakan pusat pemerintahan dengan 4 (empat) kecamatan yang terdiri dari pulau Tidore dan pulau-pulau disekitarnya. 2. Wilayah di daratan besar Halmahera yang terdiri atas 4 (empat) kecamatan.

Wilayah Kepulauan TIKEP yang terdiri atas gugusan pulau Tidore, merupakan wilayah sentra pengembangan ekonomi dan perkembangan pembangunan di TIKEP. Sementara wilayah daratan besar Halmahera, direncanakan diarahkan sebagai wilayah perkembangan baru mengakselerasi ketertinggalan wilayah daratan besar Halmahera dibandingkan dengan wilayah kepulauan yang relative lebih maju di Maluku Utara. Dengan ditetapkannya Sofifi yang terletak di daratan Halmahera sebagai ibukota provinsi, merupakan langkah maju dalam program pengembangan wilayah di Maluku Utara, khususnya daratan besar Halmahera.

PEREKONOMIAN WILAYAH: Tak dapat dipungkiri bahwa sumbangan terbesar perekonomian wilayah TIKEP masih didominasi oleh wilayah kepulauan (pulau Tidore) yang merupakan pusat pemerintahan sekaligus merupakan sentra ekonomi TIKEP. Pulau Tidore yang sekaligus merupakan tempat pusat pemerintahan Kota TIKEP berada, SOA SIO,  merupakan wilayah yang didominasi oleh sektor pemerintahan, perkebunan dan perikanan. Sementara TIKEP Halmahera, merupakan wilayah yang relative masih kosong dan didominasi oleh kawasan hutan (hutan lindung) dan perkebunan/kebun rakyat.

INFRASTRUKTUR WILAYAH: Menuju Tidore dari Jakarta dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi udara, melalui bandara di Ternate. Dari Ternate perjalanan dilanjutkan dengan kapal-kapal kecil/speedboat penyeberangan menuju pelabuhan yang terletak di utara pulau Tidore. Infrastruktur wilayah di pulau Tidore relative maju dan dapat dijalani kendaran roda empat. Jalan raya beraspal melingkari pulau tersebut menghubungi antar kecamatan di Tidore. Sarana perhubungan laut dapat ditempuh menuju/dari Ternate dan ibukota provinsi Sofifi.

Sementara infrastruktur di wilayah TIKEP Halmahera sudah dapat dikatakan maju apalagi dengan mulai berfungsi-nya pemerintahan provinsi Maluku Utara di Sofifi sejak Januari 2010. Sarana transportasi laut dari Ternate menuju Sofifi tersedia 24 jam.

FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL: Tikep dengan Sofifi didalamnya pada dasarnya merupakan re-presentasi Maluku Utara. Gambaran Maluku Utara ini akan mempengaruhi kepeminatan terhadap provinsi tersebut. Sofifi yang merupakan ibukota provinsi sudah selayaknya dibenahi dan ditata agar dapat mengimbangi dengan kota-kota provinsi lainnya. Gedung-gedung pemerintahan/dewan, prasarana Sekolah, rumah sakit, telekomunikasi, dll seharusnya tersedia dalam kondisi standart.

Sebagai ibukota provinsi, Sofifi sekaligus berpegang peranan penting dalam lancarnya urusan birokrasi pada level pemerintahan daerah di bawahnya, yaitu pemda Kota-kota dan Kabupaten-kabupaten di Malut. Tersedianya prasarana dan sarana transportasi darat dan laut menuju/ke Sofifi haruslah tersedia. Untuk ini pemerintahan daerah memprioritaskan pembangunan Terminal antar kota, Dermaga penyebrangan kapal-kapal, dan bekerjasama dengan Kota Ternate untuk meningkatkan kapasitas bandara Sutan Babullah.

PEMEKARAN WILAYAH: Rencana pemekaran wilayah Sofifi yang statusnya merupakan kecamatan di Kota TIKEP di satu sisi merupakan sebuah langkah maju, mengingat status Kota sofifi sebagai ibukota provinsi (yang tertuang dalam UU pemekaran Wilayah Dati I Maluku Utara) tidak layak untuk sebuah level administrasi yang setingkat dengan kecamatan. Untuk itu pemekaran wilayah Sofifi terpisah dari Kota TIKEP merupakan sebuah keharusan untuk mengimbangi beban kota Sofifi sebagai pusat pemerintahan Maluku Utara.

Wilayah yang rencana dimekarkan tersebut terdiri atas 4 kecamatan; yaitu Oba, Oba Utara, Payahe, dan Payahe Selatan dengan luas wilayah sekitar 80% dari luas total wilayah TIKEP. Dan penduduknya diestimasi 40.000 jiwa.

ARAHAN KEBIJAKAN PEMEKARAN WILAYAH: Salah satu esensi dari pemekaran wilayah adalah mengembangkan sebuah wilayah secara administrative dan konstrukif terlepas dari wilayah Induknya, dan diharapkan wilayah yang dimekarkan tersebut dapat menjadi sebuah wilayah yang mandiri, terutama disektor ekonomi. Untuk merealisasikan hal tersebut, peran pemerintah daerah sangatlah penting dan serta haruslah didukung oleh warga-nya. Fasilitas umum yang mesti tersedia: Rumah Sakit, Sekolah minimal sd SLTA, Pasar (Swalayan), dan Entertainment.

Dengan luas lahan yang tersedia masih luas dan jumlah penduduk yang relative sedikit dengan tingkat kepadatan  ( under construction–)

(Refference based on: discuss with Spatial Planning Div, TIKEP)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: