Posted by: afriyanto | December 26, 2010

Tsunami Day: 26 Desember

Tanggal 26 Desember 2004 merupakan moment terburuk dalam masalah musibah perbencanaan di Indonesia dan akan selalu diingat sepanjang masa, terutama bagi warga NAD dan Nias Island. Diawali dengan Gempa dahsyat berkekuatan hampir 9 SR di selatan Meulaboh, Aceh Barat pada pagi hari, tanpa disangka-sangka setengah jam atau lebih dari paska Gempa, muncullah gelombang Tsunami yang mematikan yang bergerak dari selatan Aceh Barat, menyapu bersih seluruh kawasan pantai barat Aceh lalu bergerak menuju ke pantai utara Aceh. Ratusan ribu  nyawa warga Aceh melayang disapu gelombang Tsunami dan ratusan ribu orang lagi hilang tak terdeteksi dan tak tentu rimbanya akibat gelombang dahsyat tersebut. Belum lagi kerugian besar yang diderita di bidang sarana prasarana dan infrastruktur yang rusak berat dan luluh lantak akibat double disaster, gempa dan Tsunami.

Tanggal 26 Desember akan selalu diingat dan dikenang oleh masyarakat Indonesia sebagai hari yang menyadarkan manusia, bahwa kuasa Tuhan, Allah swt, sangatlah maha besar dan maha tak terbatas. Kun Faya Kun. Jika Dia menghendaki sebuah bencana, maka dengan kuasa-Nya, bencana terjadilah.


Tanggal 26 Desember 2010, merupakan hari yang menyakitkan sekaligus merupakan Tsunami Day bagi  prestasi dunia persepakbolaan Indonesia, dimana TIMNAS Garuda Indonesia kalah telak dari tuan rumah, 0-3 dalam final AFF CUP 2010 putaran pertama. Banyak pertanda dan isyarat yang merujuk pada kekalahan TIMNAS GARUDA, misalnya, (1). kememangan yang sangat mulus di babak-babak awal yang biasanya anti-klimaks di babak final. (2). Politisasi dan persaingan hegemoni demi pencitraan seseorang atau golongan/partai tertentu, demi melihat prestasi TIMNAS Garuda yang spektakuler dibabak-babak awal, yang mengisyaratkan bahwa prestasi TIMNAS Garuda yang spektakuler adalah dikaibat seseorang atau partai/golongan tertentu, (3). Banyaknya aktivitas “lebay” dan tak bermanfaat sama sekali yang membuyarkan konsentrasi TIMNAS,…..

ooooooooooooooooooooooo

PSSI dan Ketua PSSI yang sekarang itu bak ibarat pepatah Minangkabau, “Mengeruk di Air Keruh”. (1). Memanfaatkan moment euphoria persepakbolaan Indonesia yang lagi naik daun tanpa memikirkan akibat yang diperbuat mereka (2). Mempolitikisasi ranah Olah Raga per-Sepakbola-an Indonesia demi kepentingan perorangan ato kelompok/partai. Solusi: Jika TIMNAS GARUDA kalah: (1). Fire Out: Nurdin Khalid , The most ambitious man to becoming Ministry and (2). Andi Malarangangeng..manusia yang “Ke-geer-an sebagai profil terkenal dan di”sympati” dan “di-amini” oleh masyarakat…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: