Posted by: afriyanto | October 9, 2010

Wasior

Distrik Wasior itu terletak di Kabupaten Teluk Wondama, yang terletak di Teluk Wondama, yang merupakan bagian dari teluk besar Teluk Cenderawasih, provinsi Papua Barat. Kabupaten yang berpenduduk lk. 23.000 jiwa ini dan luas lk. 14.950 km2 merupakan kabupaten hasil pemekaran kabupaten Manokwari berdasarkan UU no.26 tahun 2002. Berdasarkan UU No.26 tahun 2002, Kabupaten Teluk Wondama terdiri atas 7 distrik (setingkat kecamatan) yang 6 distrik  diantaranya diawali oleh hurup W.

Sources: UU No.26 Tahun 2002

BANJIR BANDANG: Banjir Bandang yang melanda distrik Wasior pada tanggal 4 Oktober 2010, telah menewaskan lebih dari 110 jiwa manusia, dan sekian ratus jiwa belum diketemukan. Jumlah itu sangatlah besar jika kita bandingkan jumlah penduduk kabupaten tersebut yang hanya sekitar 23.000 jiwa, atau lebih kurang 0.5% sd 1% dari total jumlah penduduk. Banjir besar bak Tsunami 2004 ini telah meluluhlantakkan prasarana dan infrastruktur distrik Wasior dimana ibukota kabupaten Teluk Wondama, Rasiei, terletak. Bencana yang pada awalnya dikira pada stadium kecil ternyata merupakan bencana banjir besar, terlebih jika dilihat dari kerusakan yang diakibatkan banjir bandang tersebut dan korban jiwa yang mencapai setengah persen dari populasi kabupaten itu.

EKSPLOITASI HUTAN TROPIS DUNIA: Papua merupakan salah satu permata hutan tropis di Dunia. Jumlah penduduknya yang masih terbilang sedikit dan alamnya yang melimpah ruah (hutan tropis) merupakan surga atau oase bagi paru-paru kehidupan dunia. Tanpa mesti melakukan investigasi, bencana banjir yang terjadi di Wasior adalah akibat berkurangnya daya dukung lingkungan terhadap sekitarnya yang diakibatkan oleh eksploitasi hutan tropis yang besar-besaran dan berlebihan. Hutan-hutan tropis Papua digunduli dan dipalak secara liar tanpa mempertimbangkan keseimbangan lingkungan. Kondisi ini diperparah dengan kondisi topografis Wasior yang bergunung/berbukit-bukit (titik tertinggi tercatat 2100 meter dpl) dan relatif terjal ke arah pantai sehingga aliran air dari kawasan hulu menuju kawasan dibawahnya mengalir tanpa ada yang menyerap. Pada kondisi cuaca ekstrim dengan curah hujan yang berlebihan dan terus menerus, kawasan hulu tidak dapat lagi menampung debit air dalam jumlah yang sangat besar, sehingga terjadilah bencana banjir bandang pada kawasan di bawahnya.

Kabupaten Teluk Wondama dimana banjir bandang terjadi

PENAMPANG WASIOR: Dari penampang semenanjung Wasior (diukur dengan Google Earth) yang dibuat secara kasar, terlihat daratan yang ke arah teluk Wondama lebih lebar (lk. 11 sd 12 km) dibandingkan daratan ke arah teluk Cenderawasih jika dihitung dari puncak di titik tertinggi semenanjung Wasior (lk. 6 sd 7 km). Hal ini pertanda  bahwa daratan di sebelah timur Wasior lebih curam dan terjal di bandingkan daratan di sebelah barat semenanjung Wasior. Nah jika di kawasan hulu (kawasan puncak Wasior) terjadi hujan yang sangat lebat, maka debit air yang mengalir ke sisi  timur Semenanjung Wasior akan mengalami kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan ke sisi barat Wasior jika tiada penghalang akar pohon tetanaman di hutan. Karena wilayah Timur Wasior relatif lebih sempit dibanding dengan barat Wasior dengan ketinggian yang sama.

Penampang Semenanjung Wasior dilihat dari titik tertinggi di Wasior

LOGIKA PENYEBAB BENCANA BANJIR BANDANG WASIOR: Kondisi kawasan hulu/pergunungan semenanjung Wasior jika dilihat dari Google Earth dipenuhi oleh awan tebal dan merata diseluruh kawasan hulu. Jadi, jika terjadi hujan yang sangat lebat di hulu semenanjung Wasior yang luasnya relatif kecil, maka akan mengalir ke sisi barat dan sisi timur pergunungan. Karena wilayah sebelah barat Wasior sudah dikembangkan dan dibangun sebagai wilayah permukiman dan perkotaan baru ibukota kabupaten, maka wilayah sisi barat kondisi hutannya berkurang. Hal ini seperti diketahui akan menyebabkan debit air yang mengalir dari hulu ke hilir akan tak terkendali dan mengalir deras ke kawasan hilir bak Tsunami. Ditambah di sisi barat Wasior prasarana jalan (transportasi) relatif lebih bagus dibandingkan sisi timur, maka sangat dipastikan pemalakan liar terhadap hutan sudah pasti telah terjadi di kawasan hulu.

Semenanjung Wasior, Kabupaten Teluk Wondama

KESIMPULAN: Banjir bandang di Wasior disebabkan oleh semakin berkurangnya kawasan hutan di sisi Barat sememnanjung Wasior yang disebabkan oleh exploitasi hutan besar-besaran baik dikonversi untuk kawasan permukiman dan perkotaan dan pemalakan liar hasil bumi hutan. Konversi hutan ini tidak terdeteksi karena wilayah hulu semenanjung Wasior selalu diselimuti kabut dan awan. Solusi awal adalah STOP PENGGUNDULAN HUTAN, dan merekonversi kembali kawasan-kawasan yang telah berubah fungsi lindung hutannya. Dan jika ingin melalukan pengembangan wilayah dengan kondisi wilayah yang realtif sempit dan pantai yang terjal, mungkin kita ada baiknya  banyak belajar dari negara Norwegia.  yang memiliki banyak fjord di sepanjang pantai dari utara hingga selatan wilayahnya dengan kota-kota besar dan relatif modern di atasnya. Segitu aja dulu, my foolish words, he he. Turut berduka sedalam-dalamnya atas bencana di semenanjung Wasior.. I love Papua very much……..

STATUS JUMLAH KORBAN BANJIR BANDANG WASIOR:

Sumber: Internet


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: