Posted by: afriyanto | October 4, 2010

TABRAKAN

Kawasan Pemalang di Jawa Tengah, memang menjadi saksi bagi kasus tabrakan antara KA Argo eksekutif  jurusan Jakarta-Surabaya dengan KA Bisnis Jurusan Jakarta-Semarang yang salah track di stasion Petarukan. Jika melihat simulasi yang ditayangkan berbagai mass media TV dan koran, tabrakan terjadi akibat kesalahan KA Argo yang melintas pada jalur yang sama dengan KA Bisnis yang lagi berhenti untuk mendahulukan keberangkatan KA eksekutif. KA eksekutif yang sedang melaju kencang dari arah Jakarta dengan lokomotif di depan menabrak bagian belakang gerbong KA bisnis tersebut. Tabrakan ini menyebabkan 3 gerbong KA bisnis rusak parah dan tidak hanya kecelakan ini mengakibatkan 34 nyawa manusia hilang dengan sia-sia. Itu belum ditambah lagi dengan korban yang menderita luka-luka berat serta luka-luka ringan dan efek traumatis akibat kecelakan bagi penumpang yang selamat. Ditambah lagi pada hari yang sama dan hanya berselang beda waktu 1 jam terjadi juga kecelakan KA di stasion KA Solo yang trayeknya juga dari keberangkatan Jakarta yang juga menimbulkan korban jiwa 1 orang tewas.

DOUBLE TRACK TRAIN: Mungkin kedua kejadian tersebut tidaklah  berkaitan dan terjadi pada lokasi yang berbeda, namun kalo dilihat dari lokasi terjadinya kecelakaan ke-4 KA tersebut, semuanya terjadi di stasion KA.  Hal ini  adalah merupakan kecenderungan yang aneh. Karena pada umumnya standar sebuah stasion KA api itu minimal memiliki 2 track jalur untuk l;angsir dan lewat dan relatif lebih aman, karena terdapat 2 jalur track kereta api. Mungkin sudah saatnya jalur KA di seluruh Jawa, terutama di kawasan Pantura Jawa yang berpenduduk sangat padat memiliki double track train. Double track train saat ini yang sedang dikerjakan baru jalur Jakarta-Bandung yang sedang dalam tahap penyelesaian.

JAPAN, INDIA, NETHERLAND: Kereta api pada dasarnya merupakan alat transportasi  massal  yang cukup efektif , murah dan efisien. Efektif karena KA dapat membawa penumpang dalam jumlah yang besar sehingga bisa memangkas ongkos perjalanan jika menggunakan moda transportasi darat lainnya dan efisien karena bisa menghemat waktu perjalanan, karna lintasan KA selalu diprioritaskan terlebih dahulu jika dibandingkan dengan alat transportasi lainnya pada saat yang bersamaan. Untuk masalah perkeretaapian mungkin kita bisa banyak belajar dari negara-negara yang telah maju perkereta-apiannya. Misal; Jepang yang telah me-modernisme sistem perkeretaapiannya dan ditambah attitude masyarakatnya yang disiplin dan santun dalam antrian.  India dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan terletak di satu anak benua sangat mengandalkan perkereta-apian untuk mengatasi masalah transportasi masyarakatnya. Meski banyak terjadi kecelakaan KA di negara tersebut, namun sistem perkereta-apian India jauh lebih maju dibandingkan Indonesia.

Serta Netherlands , sebuah negara kecil yang memiliki jalur track KA yang sangat rapat di Eropah dapat kita ambil how to manage the dense trains tracks  and the dense traffic train in a region.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: