Posted by: afriyanto | September 30, 2009

Padang

Padang merupakan kota terbesar ke-3 di pulau Sumatera setelah Medan dan Palembang dan merupakan ibukota dari provinsi Sumatera Barat atau kawasan tradisional-nya Minangkabau, negeri yang dahulu-nya banyak melahirkan para intelektual se-tingkat Nasional dan berkaliber Internasional di Indonesia. Padang merupakan sebuah kota yang unik dan istimewa, karena merupakan satu-satunya kota terbesar dan paling berkembang disepanjang pantai Barat Sumatera dan Selatan Jawa yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia yang sekaligus merupakan jalur tradisional gempa lempeng Mediterrania.

Yap, gugusan Kepulauan Mentawai yang memanjang dari utara ke selatan dan berhadapan langsung dengan pantai provinsi Sumatera Barat menyebabkan ombak di kawasan laut diantara kedua-nya relatif lebih tenang dan tidak sebesar ombak di wilayah lainnya yang langsung berhadapan dengan samudera lepas. Hal ini menyebabkan kapal-kapal yang hendak berlabuh dan merapat di pelabuhan kota Padang, Teluk Bayur, relatif aman dari terpaan ombak besar sewaktu-waktu, sehingga kawasan pantai di barat Sumatera ini layak berkembang dengan pesat.

GEMPA: Gempa bumi yang melanda Wilayah Padang sekitar nya pada tanggal 30 September 2009 pukul 17.30-an telah meluluhlantakkan kawasan sekitar Pantai Padang terutama Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kabupaten Padang Pariaman dan Kep. Mentawai serta efek yang ditimbulkan gempa berupa guncangan dan getaran sampai terasa ke ujung pulau Sumatera, Banda Aceh dan Medan dan wilayah negara tetangga Singapore dan Malaysia (Johore). Penulis salut atas kesigapan dan reaksi cepat dari pak JK (terlepas dari pamajikan beliau yang orang Minang) dalam merespond bencana gempa serta dengan detail menjelaskan kronologis gempa dan victims yang ditimbulkan dari narasumber-nya langsung.

Salah satu statement cerdas pak JK yang membuat kagum adalah area yang dilanda gempa merupakan wilayah perkotaan yang notabene padat akan permukiman penduduk dan notabene akan menimbulkan dampak korban jiwa yang lebih besar dibandingkan gempa yang terjadi di Jawa Barat bagian selatan yang terjadi kurang dari sebulan saat kejadian. Yap, kawasan provinsi Sumatera Barat merupakan wilayah bagian barat Sumatera yang konsentrasi penduduk-nya cukup tinggi.

PADANG GEMPA dok

Sources: Google Earth

THE RUINS: Ambacang Hotel, hotel ini terhubung dengan hotel lainnya disebelahnya yang entah apa namanya. Orang-orang DKP Pusat dan Provinsi suka “mangkal” berkonferensi ato aktivitas entah apalagi disini. Penulis kalo ngga salah ingat pernah wara-wiri disini selama beberapa hari.

Ambacang awal

Sumber: Website Ambacang Hotel

PANTUN BA’IBO URANG MINANG:

pantun

LUHAK AGAM: Akibat gempa yang melanda kawasan Padang dan Padang Pariaman dsk, 30 Sept 2009, bukit-bukit di bagian Timur di pinggiran danau Maninjau, kabupaten Agam, runtuh dan luluh lantak. Kabupaten Agam merupakan wilayah tradisional dan asli Minangkabau dengan didominasi kawasan pegunungan dan sisanya merupakan kawasan pantai yang berkontur rendah dimulai dari Lubukbasung sampai ke Tiku.

Pemindahan ibukota kabupaten Agam dari Bukittinggi ke Lubukbasung pada awalnya banyak menimbulkan kontroversi dan silang pendapat. Alasan utamanya adalah kawasan Agam yang identik dengan wilayah pegunungan mestilah beradaptasi dengan kawasan pantai dan jaraknya yang jauh dari beberapa wilayah di Timur Agam, sehingga sempat mengusulkan beberapa nama tempat seperti Matur, beberapa kecamatan di Agam Tuo yang ber-gunung menjadi alternatif sebagau ibukota pengganti Bukittinggi. Tapi, berkat kemurahan hati masyarakat Lubukbasung yang rela mengikhlaskan wilayah-nya untuk kawasan perkantoran yang baru dan ketersediaan lahan yang masih luas, maka akhirnya Lubukbasung menjadi pusat pemerintahan yang baru.

Hanya mengeksplore detail dari negeri leluhur: AGAM COUNTY (takut kelupaan, soalnya central earthquake zone/area sudah di eksplore mass media/institusi lainnya). Keterangan; (*), (**), (***), (****), (*****), merupakan kecamatan pemekaran dari kecamatan di atasnya dan wilayahnya masih bergabung dengan wilayah induk.

Sekeliling Danau Maninjau dan Malalak

Sekeliling Danau Maninjau dan Malalak

AGAM KECAMATAN

KOTA PARIAMAN: Kota Pariaman awalnya merupakan ibukota dari kabupaten Padang Pariaman dan akhirnya menjadi kota otonom sendiri terpisah dari kabupaten induknya dan merupakan kawasan perkotaan terdekat dengan pusat sumber gempa berskala 7.6 SR di Sumatera Barat.

Kota Pariaman

Kota Pariaman

MALALAK: Dalam bahasa Minang, malalak itu berarti keluyuran, jalan-jalan keluar rumah. Kecamatan Malalak yang merupakan pemekaran dari Kec. IV KOTO, Kab. Agam, merupakan wilayah yang rentan akan bencana alam. Wilayah Malalak sendiri sebenarnya terletak di ruas jalan propinsi/kabupaten setelah Kototuo, yang menghubungkan antara Bukittinggi dari arah Padangluar menuju ke arah Maninjau atau Matur.

Kondisi topografis Malalak, terutama Malalak Selatan yang dikelilingi oleh gunung Singgalang, Tandikat, Tigo di sebelah timur dan bukit-bukit yang membatasi kawasan danau Maninjau di sebelah barat. Tanah longsor (landslide), banjir bandang atau galodo sering terjadi di wilayah yang berbatasan langsung dengan kabupaten Padang Pariaman dan Tanah Datar ini.

Malalak

Malalak, dan Kab. Agam, Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kab. Tanah Datar, Kab. Padang Pariaman dan Jalan Raya Padang Bukittingi (Source: Google Earth)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: