Posted by: afriyanto | August 21, 2009

Innovation

Ramadhan bulan yang suci dan mulia dan penuh karomah ini telah datang (Maghrib, 21 Agustus 2009) dan dengan datangnya bulan tersuci umat Islam ini maka dimulailah pelaksanaan shaum atau puasa dari saat Imsyak (Shubuh) hingga maghrib..Sambil mensucikan akhlak dan amal perbuatan kita, mungkin tidak ada salahnya kita melakukan cuci-mata dan refreshing dengan melihat desain-desain innovasi dari sebuah pameran karya seni di daerah Dago, Bandung..Ternyata dari barang-barang bekas dan sisa (used materials) dapat menjadi sebuah produk dan karya seni yang menarik..

art1 art2 art4

PENDET (2): Salah satu kelebihan Indonesia di bandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya adalah diversity budaya lokal-nya yang sangat beragam plus diperkaya budaya luar yang dibawa para pendatang ke Indonesia. Para pendatang yang berasal dari Tamil India di Medan, China di Bagansiapi-api (Riau) dan Singkawang (Kalimantan Barat), turut serta memperkaya khasanah budaya lokal Nusantara tanpa melepas identity khas mereka.

Dari beberapa referensi yang penulis baca dan denger, Tari Pendet yang merupakan tari penyambutan (wellcomed dances) bagi para tamu yang berkunjung ke Bali, merupakan sebuah tarian penyambutan yang dikreasikan oleh seniman Bali yang entah siapa nama-nya. Nuansa “Hindu Bali” yang kental mewarnai prosesi tarian pendet yang terdiri dari beberapa babak tersebut. Sebagaimana kita ketahui, Hindu Bali tidak hanya sekedar agama, tetapi juga merupakan tradisi dan way of life dari masyarakat Bali sendiri.

Nah, Malaysia sebagai negara yang ngaku-nya “truly Asia” menangkap kesan “Hindu” itu sebagai “kemajemukan” dari ras yang membangun Malaysia yang terdiri atas Malay, Chinese, Dayaks, dan Indian yang ber-konteks “Hindu”. Padahal, Hindu Bali itu berbeda dengan Hindu yang asli India, dan telah disesuaikan dengan kondisi lokal, masyarakat Bali. Mungkin persepsi ini yang perlu diluruskan oleh pihak Malaysia, agar jangan asal comot atau claimed budaya yang ngga ada kaitan-nya dengan negara bersangkutan. He he…sebagai sesama orang Melayu ngga apa-apa khan saling nasihat…(Orang Melayu Sumatera kan lebih tua dan lebih “tinggi” dari Melayu Peninsula..he he)

PEDE: Sebenarnya banyak hal yang menarik dari sebuah negara Malaysia yang bisa di-eksplore ke publik dunia tanpa mesti copypaste dari Indonesia. Misalnya, Sheila Madjid merupakan penyanyi favorit penulis sampe sekarang diantara pelantun lagu2 yang bagus di Indonesia atau Malaysia. Cengkok Melayu-nya sang Sheila Madjid, lagunya yang agak nge-jazz pop (bukan dank dut), agak pas di telinga penulis yang sudah dipengaruhi budaya Melayu dari kecil.

PENULIS OPINION: Sebagai seorang yang sangat “pure” Sumatera dan telah bersentuhan dengan berbagai budaya sejak lahir, seperti; Minangkabau, Melayu, Aceh, Batak, buat penulis claimed budaya yang mulai dikomersilkan dan dipatentkan saat ini bukanlah menjadi persoalan besar. Karena yang paling penting dari sebuah budaya itu adalah spirit yang hidup dan tumbuh dalam budaya tersebut. Dan spirit itu hanya muncul, timbul dan terdapat pada leluhur asli dimana budaya tersebut berasal. Dan secara pribadi prinsip hidup penulis adalah: You can take everything from me, but onething, my Islam…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: