Posted by: afriyanto | June 3, 2009

Ganyang

Dulu, sehabis sholat maghrib di sebuah masjid di Paltan Bazaar, DD, Uttarakhand State (dulu masih bagian dari Uttar Pradesh), seorang muslim India menyapa, “Assalamualaikum shahab, Ap Malaysia hai?…. “No, Mere Indonesian hay..” “Indonesia….? Acha.. Soekarno… The Famous one..” Demikian juga ketika salah seorang teman berkebangsaan Vietnam berkomentar tentang Indonesia; Are u Indonesia? Indonesia is Soekarno… Kemudian sang teman bercerita bagaimana Indonesia pada era Soekarno merupakan sahabat sejati bangsa Vietnam di Asia dan mengeluarkan statement positive tentang bagaimana Indonesia mendukung dan membantu masyarakat Vietnam pada masa-masa kritis mereka.

SOEKARNO: Terlepas dari segalanya, Soekarno merupakan presiden Indonesia yang paling berhasil dan paling terkenal di dunia. Berhasil yaitu dalam konteks; presiden Soekarno berhasil mengangkat tinggi derajat bangsa Indonesia sebagai bangsa terhormat dan cukup disegani di dunia Internasional. Bandung dengan Asia Africa Conference-nya merupakan bukti sejarah bagaimana kebesaran seorang Soekarno di dunia berhasil mengumpulkan negara-negara Non Align Movement (NAM) (Non Blok) di Asia Africa (bahkan Europea, Yugoslavia n Albania (maybe)) untuk menentang imperialisme dan kapitalisme Barat.

TERITORIAL: Mungkin ironis sekali yang namanya bangsa Indonesia dewasa ini, terlebih sekali jika dikaitkan dengan masalah teritorial. Diawali dengan lepasnya Timor Timur (penulis kayaknya alergi pake kata Timor Leste, he he..), kemudian diikuti dengan beralihnya kedaulatan pulau Sipadan dan Ligitan ke Malaysia. Mungkin seandainya, pak Karno dan pak Harto tahu hal tersebut, beliau akan tercenung dan menitikkan air mata di alam ghaib sana. Tidak hanya karena kehilangan wilayah teritorial, tetapi harga diri bangsa Indonesia yang diobrak-abrik dan diinjak-injak oleh bangsa kemaren sore..cuman sekelas Malaysia.. atau bangsa yang asal usul nenek moyang-nya para narapidana dari British dan belum merdeka penuh, dalam konteks Australia..he he..

GANYANG: Mungkin Timor Timur, Sipadan & Ligitan bisa dijadikan moment dan monument pahit dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Ambalat adalah ujian terakhir bagi pemerintahan NKRI untuk membuktikan perannya menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa. Semua bukti fisik, dokumentasi dan peta-peta lama merujukkan bahwa Indonesia adalah pemilik sah Ambalat. Apa perlu 250 juta penduduk Indonesia dikerahkan untuk menyerang Malaysia yang hanya berpenduduk 25 juta jiwa. Jawabannya adalah NKRI perlu melakukan operasi Ganyang Malaysia Episode 2 agar bisa menimbulkan efek jera ke negara yang haus tanah dan laut tersebut.. he..he


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: