Posted by: afriyanto | March 30, 2009

Lokal

Lokal itu berarti domestik atau internal suatu wilayah. Jika dikaitkan dengan spatial wilayah, ada istilah yang dikenal dengan Local Economics Development yaitu Pengembangan Ekonomi Lokal sebuah wilayah. Salah satu kegagalan kabupaten-kota baru yang dimekarkan adalah tidak tumbuhnya perekonomian lokal wilayahnya dan masih bergantung pada kabupaten/kota induknya. Ini merupakan gambaran umum dari kewilayahan di Indonesia dan pertumbuhan ekonomi sebuah wilayah tidaklah harus dengan ditandainya industrialisasi atau massalisasi atau fabrikisasi di wilayah-wilayah yang baru dikembangkan, tapi innovasi yang muncul dari wilayah itu sendiri.

COCON: Mungkin sebagian orang tidak tahu apa sih Cocon itu? Materialnya apa atau bagaimana? Atau apa ada hubungannya dengan Cancun tempat wisata di Yucatan, Mexico, he he…Cocon itu adalah sejenis kepompong ulat sutera yang sudah dikeringkan (kering) sebagai produk phase awal dari benang sutera. Cocon diawali dari penetasan telur-telur menjadi ulat sutera, ulat sutera ini dikasi pakan dengan daun murbai dalam RUB, Rumah Ulat Besar, dan RUK, Rumah Ulat Kecil. Ulat sutera ini bisa hidup selama 28 hari sebelum mengering menjadi kepompong yang akhirnya dikenal sebagai Cocon.

SUTERA: Untuk menjadi benang sutera, Cocon mestilah dilakukan proses yang dinamakan relling. Proses relling ini cukup memakan cost, sehingga produk benang yang dihasilkan dikategorikan berbiaya tinggi. Dari benang barulah ditenun menjadi kain sutera. Dengan mahalnya biaya produksi sebuah produk lokal petani ditambah banyaknya beredar produk-produk import yang sejenis dengan harga yang lebih murah, otomatis produk lokal merupakan option kedua dibeli oleh pengusaha setelah produk import.

cocon2murbai

Nah disinilah perlunya semacam innovasi dari sebuah wilayah bagaimana produk lokal khas wilayah tersebut tumbuh dan berkembang, terutama dalam mengatasi persaingan dengan produk luar yang harganya lebih murah dengan menaikkan pajak barang import ke wilayah tersebut. Atau dengan menekan biaya produksinya dari proses hilir dengan mengintensifkan peran kemandirian usaha setiap keluarga untuk mengurangi biaya upah buruh, atau lainnya. Sehingga prosuk khas daerah bisa menjadi basis ekonomi wilayah tersebut dan dapat menjadi sebagai multiplier bagi kegiatan perekonomian lainnya di wilayah tersebut..He he, tumben ngomongin perekonomian wilayah,…tolong dikoreksi yah,…


Responses

  1. salam..
    saat ini saya menjual CD cara beternak ulat sutera yang benar, hanya dengan harga 60 ribu (sudah ongkos kirim).
    CD bukan berisi ebook PDF atau paparan data melainkan video interaktif/audio visual bagaimana prakteknyalangsung di lapangan.
    dan tersedia juga buku panduannya (berwarna dan bergambar) harga 60 ribu.
    jika berminat silahkan hub.saya di 081-911857815 atau email rozi679@gmail.com.
    terima kasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: