Posted by: afriyanto | January 26, 2009

Smoke

Smoke itu bisa berarti asap, berasap atau aktifitas yang menyebabkan asap alias merokok. Sementara produk yang dikonsumsi untuk mengeluarkan asap itu bisa sebagai cigar, cigarette, cerutu, sasis, dll. Larangan merokok yang sering digaungkan dan diberi sign anti rokok merupakan tindakan preventif terhadap kesehatan dan polusi lingkungan. Toh, fakta di lapangan sebenarnya tidak ada diketemukan seseorang tiba-tiba meninggal karna mengkonsumsi rokok atau tiba-tiba lingkungan derajat polusinya langsung naik satu tingkat akibat sebagian masyarakat merokok.

PAHALA: Terlepas dari rencana Fatwa ormas Islam yang mengharamkan kegiatan rokok-merokok, merokok itu sebenarnya berpahala. Dengan adanya produksi rokok, jika kita runtun proses terjadinya sebatang rokok, sangatlah banyak menghidupi hajat masyarakat lapisan bawah, seperti perkebunan tembakau (tembakau Deli) yang lebih banyak memperkerjakan buruh-buruh kebun, pabrik rokok yang lebih massal dalam merekrut tenaga kerja dibandingkan pabrik yang memproduksi produk lainnya. Belum lagi jika dikaitkan dengan cukai yang dibebankan pada sebungkus rokok dalam menyumbang kontribusi pendapatan negara. Hal-hal seperti inilah yang perlu dipertimbangkan dalam menerapkan sebuah fatwa dan mestilah ada semacam kompensasi dari penerapan sebuah fatwa baik dari segi fisik maupun moril/behaviour. Jika tidak, fatwa itu tidak ubahnya seperti satwa… hewan liar maksudnya he he……

ANEKDOT: Alkisah seorang atasan sepet banget lihat bawahannya yang addicted dengan merokok, dan sekali waktu menegur bawahannya. “Kamu tidak boleh merokok disini”. Bawahannya yang kreatif mencari alasan, “Kan tidak ada tanda larangan merokok disini pak?. Si atasan tambah marah, dengan nada tinggi dia berujar ” Kalo tidak ada tanda larangan (merokok, red) disini, berarti anda boleh kencing juga disini?. Si bawahan yang lugu dengan nada kalem langsung membalas,Kalo begitu, saya boleh ngencingi Bapak dong..” … ha..ha (he he nya diganti, sudah basi)


TANGGAPAN UNTUK PAK J: Wah makasih banyak pak, masukannya tentang music Jazz. Ketika nulis feature Hussain itu pak, saya tuangkan dari apa yang saya ingat dan saya ketahui yang saya pernah baca dulu..Buat saya, untuk menjadi penggemar Jazz lebih gampang dari seorang yang memahami Jazz. Cukup beli katalog dari Amazon yang memuat daftar musisi jazz sejagat, dan syukur-syukur punya duit, dibeli semua CD, casette, atau PH nya. yang seperti itu bisa masuk Pencinta Jazz. Tapi….yang paling susah dari music Jazz itu adalah mencari Jazz dari sekumpulan music yang bukan Jazz dan itu termasuk Jazz…bingung??? pak…Sering dengerin KLCbs, bagaimana KLCBs tidak hanya memutar Ahmad Jamal, Michael Frank, Arturo Sandoval, dll tapi sesekali waktu mungkin bapak kaget, jika di KLCbs terdengar lagunya Mariah Carey, Taylor Dane yang menjurus ke pop..tapi dikategorikan sebagai Jazz..he he (terlepas dari operator lagunya yang gebleg..).. By the way kita sama-sama Industrial Engineering ITB ya pak, kalo saya S2-nya.. he he.. pernah terdaftar 13 tahun yang lalu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: