Posted by: afriyanto | January 16, 2009

10%

Angka 10% itu setara dengan 10 sen dalam dalam dollar ataau 0.1 dalam desimal matematik. Jika dihitung dengan satuan, 10% itu tidak terlalu besar pengaruhnya. Misal ongkos angkutan kota (angkot) yang 2000 rp, dengan perintah 10%, maka penurunan hanya berkurang sekitar 10% dari 2000 rp, yaitu 1800 rp. Namun, dalam skala nasional atau wilayah/kota, angka 10% itu sangat-sangatlah besar, karena 10% dalam skala nasional/wilayah/kota merupakan angka kumulatif dari total semua kesembilan sektor real pembangunan (GDP dan PDRB).

RECOUNTING BACK the economic growth: Penggunaan kata-kata recounting lebih tepat dibandingkan kata re-calculate, karena kata re-counting lebih bersifat ekonomis. Bukan bermaksud mengajari para pakar ekonom (pembangunan) yang Berkeley minded, namun supaya fair, para ekonom mestilah menjelaskan kepada masyarakat awam perlu mengetahui makna 10% tersebut. Mungkin kita perlu menghitung mundur kembali, pengaruh 10% pada kesembilan sektor real pembangunan di Indonesia. Ngga terlalu susah sih cara menghitungnya, meskipun hitungannya bukanlah sesuatu yang mudah, he he…….(menteri ekonomi itukan dibayar buat kerja, bukan cuman ngecengin teori-teori aja………)

MATRIKS BESAR: Perhitungan mundur kembali angka 10% dapat kita lakukan dengan membuat semacam hitungan matriks besar dari semua sektor-sektor dan subsektor-subsektor pembangunan. Bukankah dalam ekonomi pembangunan kita mengenal adanya Tabel Input-Output Perekonomian sebuah wilayah/nasional, dimana semua sektor dan subsektor pembangunan dijabarkan dan dilist serta dikaitkan antar satu sektor dengan sektor atau sektor dengan subsektor, (bahasa ekonomi ribet ya, he he..) dalam sebuah matriks. Dengan data-data perekonomian persektor subsektor pertahun yang kita punya, tinggal dimasukkan aja faktor skala atau konstanta 10% kedalam matriks. Nah dari sini baru kita mulai mendistribusikan dan mengeliminasi mana-mana saja faktor produksi dan jasa yang dominant dan penting dan yang merupakan public domain, angka penurunan dibesarkan. Orang ekonomi pasti lebih canggih dan tahu…Kita-kita para teknokrat (ngakunya) cuman nerima hasilnya… he he..segitu aja…,,,,tanggapan atas 10%..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: