Posted by: afriyanto | December 28, 2008

Sadis 2

Pemborbardiran Gaza Strip oleh Zionis Israel pada Hari Sabbath Hanukkah merupakan perbuataan yang sadis dan diluar etika International Humanity. Jumlah korban yang banyak di pihak Filisthine, membuat case tsb jadi pembicaraan politik yang hangat dan fokus Internasional. Bagaimanapun, bagi Zionis Israel, Arab yang notabene Islam merupakan musuh bebuyutan sepanjang sejarah mereka dan sampai the end of days (days after).

Gaza strip adalah sebuah kantong dari 2 kantong wilayah milik Paletina berbatasan dengan wilayah Sinai, Mesir di selatan dan permukiman Israel disekelilingnya, yang luasnya kurang dari separuh provinsi DKI Jakarta, sekitar 300 sd 400 km2. Dengan panjang area dari utara ke selatan lk. 39 km dan lebar area; antara lk. 12 km sd 5 km.

ISLAM VS JEWISH: Mungkin kita terkadang bingung, jika memperhatikan peta Timur Tengah, Israel yang luas arealnya sangat kecil (tidak sampai seluas provinsi Jawa Barat) dibandingkan dengan samudera negara-negara Arab disekitarnya yang mayoritas muslim, bisa mengatur bahkan menjajah (ideology dan policy) bangsa-bangsa Arab yang lebih banyak penduduknya dan lebih besar (areanya). Jika orang-orang Israel ditanya, musuh alami dan historis yang paling mereka takuti pasti jawabannya satu, ISLAM. Historically, Islam ketemu dengan Yahudi dipuncak menurut silsilah para nabi (Abraham, Ibrahim), sementara dibandingkan dengan Nasrani yang merupakan bagian dari silsilah masyarakat Yahudi (Nabi Isa kan berdarah Yahudi). Alasan keseimbangan silsilah sejarah ini yang salah satunya membuat masyarakat Yahudi sangat takut akan Islam.

HISTORY: Terlepas dari Amrik yang merupakan sekutu abadi Israel, masyarakat Yahudi sangat tahu kelemahan muslim, yaitu un-unity and divided. Kaum Muslim pernah jaya dan mundur sepanjang sejarah. Kejayaan kaum muslim ditandai dengan luas teritorial emperium yang sampai menyentuh southern Poland (Polonia) di Timur dan southern Frances di Barat. Sementara kemunduran Kaum muslim ditandai dengan lepasnya dan terjajahnya wialayah-wilayah emperium Arab dengan disusul jatuhnya Kesultanan Ottoman Turkey dan Al-Andalusia Spain dan dipelopori oleh terbentuknya Lebanon yang merupakan bagian dari Syria oleh Frances. Kemudian disusul dengan terpecahnya kesultanan Arab di Yordania dan Saudi Arabia. Terbentuknya negara-negara kecil di sekitar gulf Persia oleh sekutu, seperti Kuwait, Bahrain, Qatar, UAE. Puncaknya adalah terbentuknya negara Israel (pengalaman Lebanon menjadi inspirasi support dari British) yang membeli dan mengambil wilayah sah masyarakat Arab.

GAZA STRIP & WEST BANK: Kedua wilayah Palestina ini secara spasial terpisah dan politik juga terpisah, membuat kesatuan Palestina menjadi sasaran empuk bulan-bulanan Israel. Dari point ini, sebenarnya jadi pembelajaran buat kaum muslim perlunya persatuan dan kesatuan. Back to Al Quran as the tool of unification, take them off all: The Mazhab, Sects, Ism, everything that made us divided….Amieen..

PS: The weakness of Moslem is inspired after having accidentally discussed ——-this material contained personally perspectives…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: