Posted by: afriyanto | November 26, 2008

Fatwa

India merupakan negara sekuler terbesar di dunia, semua agama yang ada di dunia ada dan tumbuh subur di India. Baik agama samawi maupun agama langit, bahkan agama yang nyaris punah populasinya, seperti Majusi yang dianut pelarian orang-orang Persia, agama Jain, agama Bahia, dll berkembang pesat di India. Tak dipungkiri, banyak praktek-praktek rasial dari mayoritas Hindu terhadap penganut agama lain, terutama minoritas muslim, yang merupakan penganut Islam terbesar kedua di dunia. Misalnya, dalam perekrutan PNSnya India, GOI (Govertment of India) menerapkan syarat yang lebih banyak dari mereka yang Hindu. Bahkan GOI mengeluarkan angka resmi 11% muslim yang kenyataan di lapangan lebih dari 15% muslim dari total penduduk India yang 1 milyar.

TETAPI: GOI tidak pernah mencampuri urusan pribadi rakyatnya dalam beraktifitas beragama. Banyak misalnya muncul nabi-nabi baru (fake prophets) baik dikalangan muslim maupun Hindu, tetapi tidak pernah dilarang atau malah dipenjarakan. Contohnya: aliran Sai Baba yang kontroversial. Pelarangan yoga (yang notabene dari Hindu) yang dicurigai membuat musyrik kalangan umat Islam, memang cukup beralasan, karena ada nafas-nafas Hinduisme dalam Yoga. Banyak mantra-mantra yoga yang berafiliasi pada ajaran Hinduisme. (ini merupakan esensi dari Yoga, kalo bukan itu mah yoga-yoga-an namanya). Penulis juga telah lama mempraktikkan spiritualisme Hindu, Brahma Kumaris, merasakan hal tersebut. Tapi sebagai muslim kita bisa membuat batas dan filter.

Hinduisme itu merupakan agama dunia yang terbentuk karena budaya dan praktek-praktek masyarakat di India pada saat itu. Terlepas dari Trimurti, di Hinduisme ada praktek-praktek pengklas-an masyarakat yang dibagi 4: Brahmana, Ksatia, dll. Ini merupakan kondisi masyarakkat India pada jaman dahulu yang merupakan salah satu dasar pembentuk Hindusme. Jadi dari basic ini, sebagai seorang muslim kita tidak perlu khawatir terhadap pengaruh aqidah, karna segmen yang diambil dari Hinduisme itu sebagaian dari budaya masyarakat India jaman dahulu…. Disamping itu umat Islam tidak mempopulerkan praktek-praktek spiritual mirip yoga, seperti Sufisme, yang konsep spiritualnya sangat-sangat tinggi…Jeleknya kita, sufisme itu dianggap udik dan pedukunan, karna mengambil metafisika sebagai dasarnya…Quo vadis us???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: