Posted by: afriyanto | November 9, 2008

Face-off

Terlepas dari kontroversi kasus bom Bali yang final decisionnya adalah eksekusi mati buat para pelakunya, sebenarnya “kita” bisa memperdayakan mereka-mereka terpidana sebagai konsekuensi perbuatannya tanpa mesti dieksekusi. Dengan asumsi semua manusia dan mahluk diatas bumi tidak terlepas dari kesalahan, para aktor (semoga semua amalannya diterima sang Khalik) tersebut sebenarnya orang-orang militan yang super pinter. Dikategorikan super pinter, karena keahlian merakit senjata bomb itu sangatlah susah didapet. Sesuai dengan asalnya, pengetahuan ilmu merakit adalah kemampuan dalam menakar bahan-bahan kimia explosit menjadi sebuah tool.

Ilmu Kimia sendiri berasal dari bahasa Arab, Al-Chemy. Meski keahlian nuklir di ITB dimasukkan ke disiplin Fisika atau Fisika Teknik, namun kontribusi ilmu-ilmu Kimia sangatlah besar (sok tahu gue..). Banyak pakar nuklir dunia baik di Amrik sendiri, yang diakui kehebatannya berasal dari kalangan muslim. Bahkan India yang 85 persen penduduknya penganut Hindu, memberi penghormatan sangat tinggi bagi seorang ahli nuklir muslim sebagai president of India. Mungkin, jika banyak case-case yang similiar dengan Bomb Bali terjadi kelak, mungkin format face-off dengan certain mission bisa jadi alternatif sebagai final decision pengganti death excecution.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: