Posted by: afriyanto | March 27, 2008

FILSAFAT

PEMBELAJARAN FILSAFAT DARI THEME FILM AND NOVEL

Sukses film nasional AAC yang merupakan satiran dari judul novel kontroversial Ayat Ayat Setan Salman Rushdie adalah momentum awal yang bagus untuk perkembangan film nasional terutama religious touch.

Tidak semuanya film2 yang kita konsumsi semuanya tidak bagus. Banyak film-film yang diangkat dari novel-novel bagus, menggangkat thema-thema yang terkadang membuat nurani kita terbelalak. (he he apa benerr……..?) Although it is just a fiction or movie theme……….

Mary Shelley’s Frankenstein: Starred By Robert de Niro:

Mary Shellyey’s Frankenstein merupakan sebuah fiksi dari sekian banyak fiksi yang bertemakan Frankenstein. Fiksi ini bersetting pada Abad Pertengahan Masei dengan Lokasi Cerita Utama Kota Geneva, Switzerland dengan tokoh sentral Seorang Ilmuan yang tergila-gila akan dunia paska kematian.

Kata Kunci: Hiperbola.

SCENE 01; FINDING:Puncak dari semua Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bagi seorang Ilmuan dan Teknokrat adalah ketika dia mampu membuka tabir rahasia kunci Formulasi penciptaan manusia. Ketika manusia menjadi creator bagi manusia lainnya, disitulah parameter puncak kesuksesan seorang Ilmuwan”. Di Film ini dapat dilihat: Sang Ilmuwan berhasil menciptakan seorang manusia, dan lebih tepat dikatakan mahkluk jejadian, Frankenstein yang diperankan Robert De Niro.

SCENE 02: HYPERBOLICS: “Ketika seorang Ilmuwan telah mencapai puncak keberhasilan (top of succeed), akhirnya dia menyesali keberhasilannya itu sendiri.” Mahluk ciptaan si Ilmuwan tidak diterima di society karna facenya yang buruk, meskipun dia berusaha berbuat kebajikan ke manusia, si Mahluk (Frankenstein) berusaha mencari “Tuhannya” (penciptanya) untuk diciptakan kembali seorang Eva buatnya. Ketika si Ilmuwan menolak permintaan ciptaannya, maka musibah beruntun datang menerpanya akibat ulah ciptaannya itu. Klimaksnya adalah ketika orang yang sangat dicintai si Ilmuwan direnggut nyawanya oleh si Frankenstein, pada malam pertamanya.

SCENE 03: DEATH: “dari grafik Hiperbola itu, puncak kesuksesan merupakan awal dari sebuah jalan menuju Kehancuran”. Sang Pencipta bertekad untuk memusnahkan hasil ciptaannya. Mahluk Ciptaannya meskipun kuat tapi tidak mau menyakiti penciptanya. Terjadilah setting kejar-kejaran antara Sang Pencipta dan mahluknya sampai menyeberangi Dataran Salju Tundra Siberia ke North pole di Kutub Utara. Dan diakhiri dengan kematian si Ilmuwan diikuti oleh suicide oleh ciptaannya, Frankenstein.

PS: Nulis sambil paid download & dengerin Madonna techno latest single, I could be the Devil.. he he..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: