Posted by: afriyanto | March 25, 2008

Copy-paste Culture

Ketika menghadiri rapat berkaitan dengan penataan ruang Bopunjur sekitar tahun 2000, sebagai junior saya tertarik dengan presentasi dari Thesis Mahasiswa S2 Teknik Lingkungan PTN Teknik di Bandung yang membuat semacam formulasi pemecahan permasalahan Bopunjur. Ketika muncul pertanyaan dari saya, apa dasar mereka membuat klasifikasi terhadap Landcover di wilayah bersangkutan? Karena klasifikasi yang mereka buat tersebut, akan berpengaruh terhadap polygoon area yang bakal dihasilkan dari formulasi tersebut. Mereka menjawab: dari Teks Book. (he he…) Lalu supervisor mereka, menjelaskan secara detail dari awal formulasi penataan ruang sampai terjadinya pembuatan klasifikasi lahan.

DELPHI METHOD: Jawaban dari mahasiswa S2 tersebut tidak salah-salah amat, karena memang budaya kita yang selalu mengcopy-paste sebuah konsep atau formulasi. Sebenarnya pengklasifikasian lahan terhadap sebuah wilayah itu mestilah diuji dengan sistem Delphi Method yang telah layak uji oleh Harvard University, jadi tidak hanya dicomot mentah mentah dari reference book.

TOBA LAKE: Ketika saya berdiskusi lagi dengan teman-teman berkaitan dengan tata ruang di Medan pada Desember 2007, saya kaget terkaget-kaget, demi melihat laporan akhir teman saya yang konsepnya sama diterapkan dalam penataan ruang Toba Lake. Gambar yang pernah saya lihat 7 tahun lalu, tertera kembali di sebuah laporan akhir projek mereka


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: