Posted by: afriyanto | December 17, 2007

IDUL DZUHA: KOK BEDA DENGAN ARAB SAUDI

PERBEDAAN ITU TERKADANG INDAH,
NAMUN TERLALU SERING BERBEDA AKHIRNYA SALAH

Idul Adha atau orang-orang muslim India sering bilang Idul Dzuha merupakan sebuah moment ritual tahunan yang memperlihatkan kepada dunia betapa universalnya Islam. Karna pada dasarnya Idul Adha merupakan puncak dari semua prosesi penyelenggaraan ibadah Haji. Dan sebagaimana kita ketahui, semua prosesi ibadah Haji merupakan napak tilas dari prosesi kerasulan Nabi Allah Ibrahim as.

Namun ironis sekali, penetapan hari raya Idul Dzuha di Indonesia berbeda satu hari dengan di Arab Saudi. Tidak hanya tahun ini, tahun-tahun sebelumnya kejadian perbedaan tanggal jatuhnya hari besar Islam sering berbeda-beda. Sebagai orang awam, kita terkadang bingung, parameter apa yang dipakai oleh para pakar muslim dan cendikiawan muslim Indonesia, sehingga penentuan hari H tersebut selalu bisa berbeda dan terkadang timbul kesan, mesti berbeda. (Jangan-jangan para pakar Islam Indonesia punya sifat gaul juga kali ya, berani tampil beda, he he..)

Sebagai orang muslim, parameter kita dalam beragama meski tidak mutlak adalah negara tempat Islam dilahirkan, yaitu ARAB SAUDI. Dan sebagai muslim kita bisa berpikir secara logika, melihat dari kejadian keseharian kita. Misalnya:
a. Perbedaan waktu antara Arab Saudi dan Indonesia.
b. Indonesia itu lebih dahulu mendapat sinar matahari dibandingkan Arab Saudi.

Point b. sangat sederhana sekali logikanya. Otomatis, posisi Indonesia seharusnya lebih awal atau lebih pagi dari Arab Saudi. Dan bagi masyarakat muslim Indonesia seharusnya jatuhnya hari Idul Adha lebih awal atau sama dengan Arab Saudi sana. Namun kenyataannya, kita selalu telat dan terlambat satu hari dari Arab Saudi dalam penentuan setiap hari Raya besar Islam. Apakah memang begitu tipikal bangsa kita..? Wallahu alam bisawab..

Catatan: Idealnya prosesi sholat Idul Adha di luar Makkah al Mukarramah adalah bersamaan waktunya pada saat para jamaah Haji mulai melakukan lempar jumrah pertama, setelah melakukan ritual mabit (bermalam) di Muzdalifah. Dan waktu yang afdhal adalah pagi hari.

 


Responses

  1. IMHO. Studi kasus: Kalau tanggal baru pertama kali ada di daerah India, tentunya di Arab akan memasuki tanggal baru duluan dari Indonesia. Artinya, tanggal hijriyahnya sama tapi nama hari berbeda. Di Arab hari Rabu maka di Indonesia hari Kamis. Make sense kan?

    http://ipk4cumlaude.wordpress.com/2007/12/19/beda-idul-adha-lagi-membidahkan-lagi/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: