Posted by: afriyanto | December 17, 2007

Hari Raya Qurban: KONTROVERSI LAMA

ISLAM vs YAHUDI

Islam meyakini bahwa nabi Allah Ismael as, yang dikurbankan oleh ayahnya Nabi Ibrahim dan ditukar dengan qishas oleh Allah swt. Sementara dalam versi Yahudi, yang dikorbankan ayahnya Ibrahim as. adalah Isaac, atau nabi Allah Ishak as. Terlepas dari perbedaan versi tersebut, ritual qurban mirip dengan ritual agama-agama kuna lama yang mengorbankan manusia sebagai (atau alat) penukar menuju kebaikan. Berdasarkan referensi dari Alquran tentang qurban dan prosesinya, ternyata Allah itu fashionable, mengikuti pola trend jaman. Semakin ke jaman belakangan, pasca nabi Ismael, prosesi ritual seperti ini semakin melunak bahkan ditiadakan sampai ke jaman nabi SAW. Kenapa Allah seperti itu?

ISLAM vs HINDU

Islam memperbolehkan hewan sapi, kambing, atau unta sebagai obyek yang akan dikurbankan. Sementara, di India, masyarakat Hindu sangat memuliakan sapi sebagai sesembahan jelmaan Dewa Brahma. Bagi orang Hindu, sapi merupakan hewan sakral tidak boleh dimakan dagingnya apalagi dibantai (maap di sembelih). Prosesi qurban pada hari raya Idul Dzuha di India sering menimbulkan konflik dan kerusuhan di masyarakat India. Antisipasi dari pemerintah India adalah, hewan kurban yang dianjurkan pada masyarakat muslim adalah kambing (mutton).


“Enakan hidup di tempat para vegetarian kali yee, aye disitu kagak dimakan. he he.” (ngebatinnya kambing ini)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: