Posted by: afriyanto | December 4, 2007

TATA BATAS

BERHALA KOK DISENGKETAKAN?

By: Finito

Berhala pada jaman Nabi Saw, merupakan miniatur allah-alah kecil yang dibuat menjadi patung sebagai sesembahan orang kafir pada saat itu. Tulisan ini saya buat atas permintaan teman saya di pusat Tata Batas Wilayah yang meminta saya agar dicarikan referensi berkaitan dengan sengketa pulau tersebut.

Sengketa P. Berhala yang posisinya terletak di Selat Berhala, pada awalnya merupakan sengketa batas antara provinsi Riau dan Jambi. Dengan dimekarkannya provinsi Kepulauan Riau terpisah dari induknya provinsi Riau, otomatis permasalahan sengketa ini berlanjut dan berpindah menjadi sengketa batas antara provinsi Jambi dan Kepulauan Riau.

Secara administratif kewilayahan, pulau Berhala yang disengkatan masuk ke dalam 2 wilayah yang berbeda versi:
1. Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga (pemekaran kab. Kepulauan Riau, prov. Kepri).
2.Kecamatan Sadu (pemekaran dari kec. Nipahpanjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Kab. Tanjung Timur sendiri merupakan pemekaran dari kab. Tanjung Jabung, prov. Jambi.)

Pemecahan Permasalahan:

Terlepas dari gurauan judul diatas, p. Berhala yang diklaim kedua provinsi Jambi dan Kepulauan Riau tersebut diduga kaya akan potensi mineral dan tambang. Posisi koordinat pendekatan pulau Berhala yang diperoleh dari google earth, diasumsikan sekitar lk; 0 50′ 35 ” LU, 104 27′ 20″ BT. Ke dua provinsi yang mengklaim pulau tersebut sebagai teritorial wilayahnya hendaklah menarik benang merah dari permasalahan ini.
Aspek legalitas dari status pulau berhala mestilah dicari, dan merupakan prioritas utama dalam pemecahan masalah sengketa ini. Aspek legal ini diterapkan dengan menelusuri peta-peta lama dan dokumen-dokumen lama yang berkaitan dengan status kepemilikan pulau ini. Sementara aspek kedekatan lokasi dengan salah satu provinsi, atau kecenderungan aspirasi penduduk yang menempati pulau tersebut hendaknya jadi pertimbangan berikutnya. Jadi ada skala prioritas dalam pemecahan permasalahan sengketa pulau ini.

Jjika keputusan yang nantinya bakal pemenang kasus ini sudah final, haruslah disikapi secara wajar dan sportif oleh kedua belah pihak. Ada kepentingan nilai politis yang lebih tinggi dari permasalahan ini dalam hal kenegaraan. Karena kasus kasus sengketa teritorial wilayah baik di darat maupun di laut di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten bahkan di tingkat desa-desa dan kampung-kampung banyak terjadi di Indonesia. Misalnya; kasus pulau Sayang yang diklaim prov. Maluku Utara dan Irian Jaya Barat.

Akhirnya, hendaklah pemecahaan permasalahan sengketa ini jadi sebuah muatan positiv kelak buat kita bangsa Indonesia, dalam menangani kasus yang serupa pada level yang lebih tinggi. Karena, selama ini penanganan permasalahan tapal batas dengan negara-negara tetangga kita, bangsa Indonesia selalu berada dipihak yang dirugikan dengan kehilangan wilayah teritorial yang cukup luas dan jumlah (pulau) yang signifikan. Quo Vadis Indonesia?

Posisi pulau berhala yang disengketakan terletak
diantara Kab. Lingga dan Tangjung Jabung Timur

Pulau Berhala di prediksi dari Google Earth

Catatan: peta diedit dan didesain sendiri oleh penulis. Output peta dijadikan dasar pencarian posisi lokasi prediksi pulau tersebut di google earth.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: