Posted by: afriyanto | December 2, 2007

Antithese Pemekaran Wilayah

Dari sekian banyak pemekaran wilayah yang sedang galak dilakukan pemerintah dan masyarakat saat ini, ada beberapa daerah yang menolak dilakukan pemekaran daerahnya. Untuk hal ini, skenario pemekaran dapat kita bagi dalam:
a. Pemekaran Provinsi
b. Pemekaran Kabupaten.

A. Pemekaran Provinsi:
Parameter yang paling mudah dalam dalam skenario pemekaran provinsi di Indonesia sebaiknya dibagi sesuai dengan zonasi area, yaitu:
a. Pulau Jawa dan
b. di luar pulau Jawa.
Untuk pulau Jawa, pemekaran sebaiknya distop untuk sementara. Pemekaran hanya dilakukan di luar pulau Jawa. Untuk luar p. Jawa, pada tahap awal, provinsi-provinsi dengan luas areal daratan yang lebih dari 100.000 km2, dianjurkan untuk dimekarkan. Di Indonesia, provinsi-provinsi yang luas daratannya lebih dari 100.000 km2; yaitu:
1. Papua (305.410 km2),
2. Kalimantan Timur (245.237 km2),
3. Kalimantan Tengah (153.564 km2),
4. Kalimantan Barat (146.807 km2).
5. Irian Jaya Barat (116.571 km2),

Sebagai standar pemekaran provinsi, pulau Sumatera misalnya terdiri atas: 8 provinsi daratan dan 2 provinsi kepulauan. Pulau Sumatera dirasa sudah cukup provinsinya dan tidak perlu dimekarkan kembali.

Untuk pulau Sumatera: provinsi-provinsi yang dapat dikategorikan cukup luas dan perlu pertimbangan khusus jika dimekarkan yaitu: prov. Sumatera Selatan (99.888 km2), prov. Riau (86.461 km2), prov. Sumatera Utara (71.680 km2). Catatan: Provinsi Riau dan Sumsel sudah dimekarkan menjadi prov. Kepulauan Riau dan prov. Kep. Bangka Belitung.

Skenario pemekaran NAD misalnya menjadi 3 provinsi, yaitu: prov. NAD, prov. Lueser Antara (ALAS), prov. Aceh Barat Selatan (ABAS), banyak ditentang masyarakat sendiri Aceh sendiri. Alasan utama seperti jumlah penduduk di NAD masih belum memadai jika dimekarkan menjadi beberapa provinsi.

B. Pemekaran Kabupaten/Kota:
Pemekaran kabupaten Bengkalis, menjadi kab. Bengkalis, Kab. Mandau, dan Kab. Meranti (Merbau, Rangsang, Tebingtinggi), banyak ditentang oleh kabupaten induknya Bengkalis. Hal ini wajar, karna jika Bengkalis dimekarkan kembali, maka kab. induk Bengkalis akan kehilangan aset-aset ekonomi yang besar di 2 kabupaten yang akan dimekarkan itu. Asset aset berharga itu seperti kilang produksi minyak yang cukup besar di Duri dan pusat perdagangan laut antar pulau yang strategis di Selat Panjang.

Sebenarnya, tidaklah salah jika masyarakat kab. Bengkalis, khususnya yang mendiami pulau Bengkalis, menolak pemekaran wilayah mereka. Jika disimak peta lama provinsi Riau sebelum trend pemekaran, wilayah kabupaten Bengkalis merupakan wilayah terluas di Riau pada saat itu. Wilayah kabupaten Bengkalis terbentang dari perbatasan dengan provinsi Sumatera Utara sampai ke perbatasan muara sungai Kampar. Disusul dengan semangat pemekaran, kabupaten Bengkalis telah kehilangan wilayah-wilayahnya, yaitu;
1. Kabupaten Rokan Hilir (ibukota; Bagan siapiapi), 2. Kabupaten Siak (ibukota: Siak Sri Inderapura), 3. Kota Dumai. Maka, opsi penolakan pemekaran masih dianggap wajar.

Namun jika opsi itu bertambah dan berubah menjadi bentuk makar meski dalam format yang berbeda, misalnya, opsi berpindah pemerintahan ke negara Malaysia. Maka opsi ini mesti ditentang.

Skenario Pemekaran Kab. Bengkalis (Pra)

Skenario Pemekaran Kab. Bengkalis (Pasca)

Luas Kab. Bengkalis (induk) dan Kabupaten2 Pemekarannya

Responses

  1. sepakat!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: