Posted by: afriyanto | November 26, 2007

Sisi Lain dari Warna-warni Pola Kehidupan Masyarakat di Papua

(Sekilas perjalanan survey lapangan di Timika, Jayapura dan Wamena)

Mungkin anda akan tersenyum bahkan heran ketika baru pertama kalinya memasuki terminal Bandara Sentani di Jayapura, dari Jakarta misalnya, dengan adanya tanda peringatan “DILARANG MAKAN PINANG”. Tanda larangan seperti ini jarang, bahkan tidak diketemukan di kota-kota besar lainnya, di kawasan Indonesia Barat khususnya.

Ya, sebagaimana kita ketahui pinang plus kapur sirih merupakan makanan tradisional yang tak terpisahkan bagi masyarakat asli Papua. Bahkan bagi masyarakat pedalaman Papua, nilai pinang sangatlah tinggi harganya, dan terkadang dapat dijadikan sebagai cinderamata berharga dan moment persahabatan jika kita berkunjung ke kampung mereka.

Seiring dengan perkembangan jaman dan masyarakat, istilah pinang bergeser dari yang bernilai tinggi menjadi pasaran dan berkonotasi negatif. Pinang atau lebih detailnya pinang berjalan sering dikonotasikan dengan Pekerja Seks Komersial (PSK). Jadi jika pada suatu saat anda berada di Papua, teman anda mau jalan-jalan sore (JJS) mencari pinang, katanya, maka terbayanglah anda apa yang dia maksud. He he … (Off the record).

1. HIV/AIDS di Papua

Jumlah penderita penyakit HIV (AIDS) di Papua termasuk yang terbesar di Indonesia. Secara kasat mata jika kita berkeliling kota Jayapura, dapat dilihat betapa banyaknya papan-papan reklame (billboard) berukuran raksasa yang mengimbau pengunjung atau masyarakat lokal agar berhati-hati terhadap penyebaran penyakit HIV/AIDS.Salah satu cara untuk mencegah penularan HIV/AIDS di Papua adalah dengan mengubah pola konsumsi sex masyarakat setempat maupun pendatang. Salah satu cara yang dinilai efektif adalah dengan menggalakan penggunaan alat bantu sex kondom di masyarakat.

Konotasi alat bantu seks, kondom, yang selama ini selalu diasosiasikan negatif hendaknya diluruskan kembali. Karena penggunaan alat bantu seks ini, tidak semata-mata untuk aktivitas seks diluar nikah, tetapi juga digunakan sebagai alat bantu dalam program Keluarga Berencana (KB) untuk mengurangi sekaligus menurunkan jumlah angka kelahiran penduduk. Di sinilah peran serta para penyuluh, pihak tokoh-tokoh adat dan pemuka agama setempat untuk meluruskan kembali konotasi penggunaan alat bantu seks ini.

Salah satu cara yang efektif menggalakkan penggunaan alat bantu sex ini adalah :
a. Memberikan pelayanan konsultasi gratis tentang penggunaan alat bantu sex ini di gereja-gereja, pasar, pusat keramaian, dll.
b. Pemberian secara gratis atau cuma-cuma kepada masyarakat dan pengunjung wisatawan.

1.1 Sekilas HIV AIDS
A. Virus HIV/AIDS
HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih CD4 sehingga merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Virus HIV menyerang sel CD4 dan merubah sel tersebut menjadi tempat berkembang biak Virus HIV baru kemudian merusak sel tersebut sehingga tidak berguna. Sel darah putih berguna untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh tubuh kita rentan terhadap serangan penyakit karna tidak memiliki pertahanan tubuh lagi.

AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan efek dari perkembang biakan virus HIV dalam tubuh manusia. Virus HIV membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan. Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh karena sel CD4 pada sel darah putih telah dirusak oleh Virus HIV.
Ketika tubuh terkena Virus HIV, kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk menjadi AIDS dibutuhkan waktu yang cukup lama. Dan pada saat itulah seseorang dikategorikan menjadi HIV positif.

B. Manfaat Alat Bantu Sex Kondom Mencegah Penyakit Menular HIV/AIDS dan lainnya.

Dari teknik penularan dan penyebaran virus HIV/AIDS dapat diketahui bahwa praktek-praktek kontak berhubungan badan langsung sangat rentan terhadap penularan penyakit ini.

a. HIV/AIDS menular melalui cairan semen, air mani sperma pria, misalnya : Laki-laki berhubungan badan tanpa kondom atau pengaman lainnya, melakukan oral seks, dsb.
b. HIV/AIDS menular melalui cairan vagina pada perempuan
misalnya: wanita berhubungan badan tanpa alat Bantu pengaman sex, memakai alat bantu seks orang lain, melakukan oral seks, dll

2. Metode Pencegahan Penyakit HIV/AIDS di Papua
Sampai sejauh ini belum ditemukan obat yang mujarab yang dapat menyembuhkan penderita HIV/AIDS di dunia ini. Salah satu cara yang terbaik untuk melakukan program pencegahan terhadap penularan penyakit ini adalah dengan memutus mata rantai pola perkembangbiakannya.Ada dua hal penting yang perlu dilakukan dalam pencegahan perkembangbiakan penyakit HIV/AIDS, yaitu :

  1. Melakukan zonasi regional, yaitu dengan membuat daftar kota-kota besar di Papua yang rentan dan dapat dianggap sebagai tempat pusat transaksi bisnis syahwat. Tindakan ini dilakukan pada skala prioritas pertama program. Sebagaimana diketahui, sebagian besar penduduk pedalaman Papua akan melakukan aktivitas kesehariannya ke kota-kota besar terdekat, meskipun untuk hal itu mesti ditempuh dengan berjalan kaki berhari-hari. Pada tahap ini harus diperbanyak kampanye penggunaan alat bantu sex, kondom, ke masyarakat di kota-kota tersebut.
  2. Memanfaatkan dan mengefektifkan fungsi lembaga kerohanian, seperti gereja atau masjid di seluruh papua terutama di wilayah pedalaman. Sebagaimana diketahui di wilayah pedalaman Papua, yang banyak ditemukan gereja-gereja. Kerjasama dan koordinasi dengan pihak gereja sangatlah besar artinya dalam memeratakan informasi tentang penggunaan alat bantu sex ini ke seluruh lapisan masyarakat di Papua. Jika memungkinkan, pihak gereja diajak bekerjasama untuk menyebarkan informasi penggunaan alat bantu sex ini sekaligus gereja dijadikan basis tempat penyuluhan seputar bahaya HIV/AIDS dan tempat pendistribusian kondom gratis.

Akhirnya, jika semua elemen-elemen yang disebutkan di atas saling bersinergi dan berkoordinasi, dengan mengoptimalkan penggunaan alat bantu sex seperti kondom dan sejenisnya, mudah-mudahan ke depannya jumlah penderita HIV/AIDS di Papua akan menurun drastis.

 


Responses

  1. kalo mo terhindar dari HIV aids harus menghindari yang namana seks bebas apapun bentukna.

  2. I am truly thankful to the holder of this site who has shared this impressive piece of
    writing at at this place.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: