Posted by: afriyanto | December 16, 2007

Wisata Kuliner: Masakan Minang Ala Bukittinggi

Masakan Khas Tradisional Minangkabau:

Jika kita sering makan ke rumah makan Padang, mungkin kita susah membedakan mana masakan asli Minangkabau yang khas dan berasal dari Bukittinggi. Masakan Minangkabau yang asli Bukittinggi biasanya ditambahi kata-kata Kapau atau cukup kata Kapau. Salah satu masakan tradisional khas Bukittinggi yang super enak adalah sambal toko maco baledang. Sambal Tokok Maco khas Minangkabau ini, lebih kerasa pedas dan enaknya dibandingkan sambal Cibiuk yang lagi ngetrend di Bandung sekarang…

Bagi masyarakat Minangkabau, rasa pedas merupakan identitas dari pola masakan etnis ini. Namun banyak yang tidak mengetahui, masakan yang super tradisional Minangkabau ini, teknik pengolahannya sangat sederhana dan sangat gampang disajikan. Bagi masyarakat Minangkabau, terutama leluhur mereka yang asli berasal dari Bukittinggi, sambal Tokok Maco Baledang merupakan sambal yang wajib disajikan setiap acara makan.

Daftar masakan Minangkabau yang susah (agak susah) dicari di rumah makan Padang, terutama di Bandung yang banyak urang awaknya:

1. Sambal Tokok Maco Baledang: Masakan super tradisional masyarakat pure Minangkabau (Bukittinggi, red). Bahan dasar dari Cabe merah, Garam, dan ikan asin tawar Baledang. Digiling sampai halus lalu ikan asin tawar baledang ditumbuk didalam cabe.

2. Sambal Uwok: Masakan ini biasanya dibuat dari air tajin nasi yang sudah di masak, lalu diletakkan di mangkok atau gelas, ditanak lagi bersamaan dengan nasi. Jadi, nasi masak, lauknya juga sudah langsung siap disajikan. Pola ngirit masyarakat Minangkabau. Bahan dasar, cabe, ikan asin, garam, bawang, tomat sedikit.

3. Palai: Jika orang Sunda menamakannya buntil, maka orang-orang Minang menyebutnya Palai. Palai yang dikenal ada 2 jenis: Berbahan dasar kelapa digiling atau Cabe merah semua, lalu diisi ikan teri tawar atau ikan asin gembung. Dibungkus dengan daun pisang, daun ubi, atau daun talas lalu dikukus kemudian di sangai.

4. Gulai Bukek: Gulai bukek sebenarnya sama dengan kuah sate Padang yang sering ditemukan di kaki lima atau rumah makan Padang. Bedanya dengan gulai sate Padang, gulai bukek biasanya memakai cubadak atau nangka muda dan daging kambing. Gulai Bukek berbahan dasar dari beras yang ditumbuk, diberi bumbu secukupnya, lalu dimasak seperti membuat gulai biasa. Gulai bukek tidak menggunakan santan, cukup dengan air saja. Supaya lebih kental kuahnya, biasa ditambahi lemak ke gulai. Pada jaman dahulu, di Bukittinggi, setiap ada perhelatan Baralek Gadang, ada istilah yang terkenal untuk gulai bukek: Potong Kambiang, Cubadak Makan….( he he…pelit..)

5. Pangek: Jika masakan Minang terkenal akan tahan lama, salah satu teknik supaya masakan masih awet dan bisa dimakan adalah teknik disangai. Kalau di Jogja, masakan seperti ini biasanya osengan nangka muda kering dan manis yang sering disajikan pada menu nasi gudeg. Masakan Minang yang biasanya disajikan untuk menjadi pangek adalah gulai kacang panjang yang sering dipanaskan berkali-kali sampai kering kerontang…(ngirit lagi… he he)

Catatan: Menurut Tambo Sejarah Minangkabau: Asal usul cikal bakal masyarakat inti Minangkabau (pure Minang) berasal dari tiga (3) Luhak di Sumatera Barat:1. Luhak AGAM 2. Luhak Lima Puluh Koto 3. Luhak Tanah Datar. Masing-masing Luhak membawahi nagari-nagari. Tiap Luhak memiliki gunung dan pemukiman besar sebagai pusat Luhak.
1. Luhak Agam, dengan pusatnya Bukittinggi terletak di bawah kaki gunung Singgalang.
2. Luhak Lima Puluh Koto, dengan pusatnya Payakumbuh terletak di bawah kaki gunung Sago.
3. Luhak Tanah Datar, dengan pusatnya Padangpanjang terletak dibawah kaki gunung Merapi.

About these ads

Responses

  1. Sate Padang Mak Syukur di Padang Panjang gak masuk daftar?
    Secara enak banget gitu loh.
    Padang Panjang kan dekat tuh ke Bukittinggi.

  2. Hmm, sebaiknya istilah pure Minangkabau perlu direvisi Bung, istilah ini lekat dengan tujuan pecah belah yang diciptakan Belanda dahulunya untuk memecah Minangkabau Daratan (Darek) dengan Pesisir, dengan menggambarkan seolah-olah orang2 pesisir barat seperti Pariaman, Padang, Pasisia, Pasaman bukan berdarah Minang murni.

    Saya cukup kecewa dengan beberapa blogger kita orang Bukittinggi yang kerap melontarkan komentar bahwa penduduk Padang aslinya adalah orang Nias, hanya karena mereka keberatan dipanggil “Orang Padang” dan lebih menyukai diidentifikasi sebagai “Orang Bukittinggi”

    Well, kenapa tidak populerkan istilah Orang Minang saja.

    Tradisi Merantau dari Suku Bangsa Minangkabau dengan sendirinya menafikan istilah Minangkabau Murni ini, karena sejatinya nenek Moyang orang Minangkabau sendiri juga adalah imigran dari India Selatan, China Selatan, Siam dan setelah itu juga di perkaya oleh darah Persia, Arab dan Melayu sendiri.

    Salam.

  3. Saya ACC dengan anda dengan pengungkapan istilah Minangkabau. Mungkin karena banyak orang-orang besar Minangkabau di Indonesia (Hatta, Natsir, Hamka, dll) mayoritas berasal dari Bukittinggi (Agam, red), membuat orang-orang Minang Bukittinggi merasa lebih eksklusif di Minangkabau sendiri. Seperti halnya orang Solo atau Jogja yang merasa lebih Jawa daripada kebanyakan orang Jawa. Otherwise, this is just blog, mas…Let them express them selves…..

  4. Akur dah.
    Koreksi dikit : Hamka orang Sungai Batang, Maninjau sedangkan Natsir orang Alahan Panjang, Solok Selatan. Hatta sendiri kalo ga salah orang Batu Hampar, Limapuluhkota perbatasan dgn Agam.

  5. Yap, Mas Fadel. Abdi sendiri teh, sebenarnya urang Sumut, dengan kampung halaman nenek tempatnya orang-orang Chaniago di Matur Mudiak, Agam. Terbiasalah dengan perbedaan, Mas. Karna perbedaan itu tidak selamanya tidak baik…He he…….Thx..

  6. hehehehhe uiiii kk sng ni bisa tw daerah,,,, tapi bisa ga di beri tahu cara pembuatan masakan khas ini ,,,, :) ,,, masyarakat jg perlu tw hl demikian;;; :D

  7. masakan padang itu enak semua, walaupun sebenarnya banyak mengunakan santen,.tp mrk kl dibanding daerah lain lbh royal soal makanan, gk tau kenapa suka dibilang pelit,..tuh,.sy gk setuju,.

    • iya ..saya juga kurang setuju kalo dibilang pelit……

  8. Minangkabau itu indah :)

  9. enakan masakan rendang lagi, coba aja masakan rendang
    terima kasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 29 other followers

%d bloggers like this: