METRO TAMIANG
By: Finito
Kabupaten Aceh Tamiang merupakan kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Timur. Kabupaten ini terdiri atas 12 kecamatan, dengan pemekaran empat kecamatan baru yang awalnya delapan kecamatan. Pusat pemerintahan kabupaten Aceh Tamiang terletak di Karangbaru. Kabupaten yang berbatasan langsung dengan provinsi Sumatera Utara ini, kaya akan hasil minyak bumi dan gas serta perkebunan. Posisinya di jalur lintas Sumatera antara Medan dan Banda Aceh, membuat kabupaten ini sangat strategis sebagai daerah transit setelah/dan sebelum dari/dan ke NAD Aceh atau Sumatera Utara. Disamping itu kawasan ini sangat berpotensi dalam rangka pengembangan kawasan pantai timur NAD Aceh dalam kaitan perdagangan dan kerjasama dengan negara jiran Malaysia.
Rencana Double Track jalan raya Lintas Sumatera dari Banda Aceh sampai Medan, akan lebih mempertegas kestrategisan daerah ini. Kendala yang dihadapi Aceh Tamiang adalah rencana membuat pusat perkotaan baru yang selama ini cukup dirasa sudah tidak layak. Kota Kuala Simpang yang merupakan pusat nadi perekonomian kabupaten ini, dianggap sudah tidak layak lagi untuk dikembangkan, mengingat lahan yang terbatas di kecamatan ini. Jalan satu-satunya adalah membuat kawasan baru sebagai perpanjangan dari kawasan perekonomian lama.
Metro Tamiang adalah sebuah istilah untuk kawasan yang terletak di sentral kabupaten ini yang nantinya bakal berpotensi untuk dikembangkan sebagai segitiga pertumbuhan pengembangan lebih lanjut kawasan perkotaan dan kawasan pertumbuhan sekunder lainnya di Aceh Tamiang. Metro Tamiang, pada dasarnya meliputi Kec.Kota Kuala Simpang, Kec. Karangbaru, Kec. Rantau. Jadi pengertian kata Metro disini lebih ditekankan pada posisi kawasan yang berada di tengah-tengah kabupaten ini.
Kec. Karang Baru: Kawasan ini sudah ditetapkan sebagai ibukota kabupaten Aceh Tamiang. Karangbaru lebih diarahkan kepada kawasan pusat perkantoran pemerintahan kab. Aceh Tamiang, mengingat areal yang tersedia di kecamatan ini masih cukup luas. Pengembangan kawasan ini akan memacu perkembangan daerah-daerah di hulu Tamiang yang kaya akan perkebunan.
Kec. Kota Kuala Simpang: Kota Kuala Simpang sendiri sebenarnya sudah sangat padat sekali. Susah untuk membangun prasarana yang besar disini. Kawasan kota ini sebaiknya lebih diperuntukkan sebagai pusat perekonomian dan jasa serta jalur transit barang dan penumpang. Sebagai kota jasa, kota ini sebaiknya memiliki tempat hiburan dan penginapan (hotel-hotel) yang layak.
Kec. Rantau: Kota ini terkenal dengan pusat kegiatan eksplorasi minyak milik Pertamina. Kota yang terletak disebelah utara Kota Kuala Simpang ini sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai pusat perekonomian dan perkotaan baru di Aceh Tamiang. Mengingat posisinya yang cukup strategis dan prasarana dan sarana yang sudah lengkap yang dibangun Pertamina. Disamping itu pengembangan kecamatan Rantau ini akan memacu perkembangan kawasan pantai Aceh Tamiang yang dirasa sangat lamban. Kawasan pantai Aceh Tamiang kaya akan potensi udang dan ikannya. Mungkin untuk kedepannya dirasa cukup layak jika dibangun sebuah pelabuhan laut di pantai Tamiang. Sehingga ekspor hasil bumi Aceh Tamiang dapat dikirim langsung tanpa mesti melalui pelabuhan Belawan atau Langsa.
Untuk membuat sinergis ketiga kecamatan ini sebaiknya dibangun jembatan penghubung langsung yang melintasi sungai Tamiang antara Kota Karangbaru dengan Kec. Rantau. Jadi arus barang dan penumpang kelak dapat langsung ke/dari kedua kota ini tanpa mesti melalui Kota Kec. Kuala Simpang. Ini baru sebuah wacana alternative sederhana dalam pemecahaan TataRuang Wilayah Aceh Tamiang yang kompleks.

Metro Tamiang; yang meliputi Kec. Kota Kuala Simpang, Kec. Karangbaru dan Kec. Rantau

Copyright: Afriyanto 2006
Catatan: Rencana penataan ruang dibuat dengan asumsi berdasarkan data kecamatan-kecamatan yang belum dimekarkan di Kab. Aceh Tamiang.

Footnote: Kandungan deposit Batu besi diprediksikan ditemukan di desa Tenggulun, Karangbaru, 35 km dari Kuala Simpang. Beberapa investor dari Singapura menunjukkan ketertarikannya dengan potensi mineral kawasan ini. (sumber dari koran tahun 2006)

saya optimis aceh tamiang bakalan jadi kota yang makmur, apalagi ditata dengan profesional, saya yakin investor mau investasi, coba hubungi Rashari Syahrifin (Hp. 081361503535) mana tau ada gunanya, salam saya untuk wakil bupati. tks datuk
By: datuk chikung ta se on June 22, 2008
at 10:10 pm
Wah rindu juga sama rantau, saya dari sebelum tk sampai kelas 5 SD tinggal disitu, sebelum ikut orang tua pindah ke klayan cirebon
By: Zoel on October 7, 2008
at 2:17 pm
sayang seribu sayang, bagi mereka yang melihat aceh akan maju kedepan, tapi terlupakan hal yang selama ini sangat merukan aceh tamiang itu sendiri akibat, pejabat yang tidak patuh tentang aturan negara, akibatnya berbuat sesukanya terhadap kemajuan itu sendiri toh ngak ada yang tau,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
kecuali mereka mereka yang ada bisikan bisikan ,,,,,,,,,,,,,,,,,,kehausan/kerakusan,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
By: munirwan on November 8, 2009
at 12:20 am